Sabtu, 20 Juni 2009

Bukan malu, tapi kebiasaan!

Bicara tentang akhlak mulia, buang sampah pada tempatnya juga termasuk akhlak mulia lo. Kan ada hubungannya sama kebersihan yang katanya merupakan sebagian dari iman.

Nah khusus di kereta, g pernah sekalipun aq liat ada orang yg masukin sampahnya ke tas utk dibuang nanti setelah nemu tempat sampah. Klo g digeletakin gitu aja di lantai, ya di buang lewat jendela. Mereka mengandalkan orang lain yang bertugas membuang sampah mereka, padahal brapalah orang yang jadi petugas kebersihan? Sangat tidak seimbang dengan sampah yang diproduksi tiap harinya.

Jadi kenapa kita tidak turut serta membantu, yang mana g merepotkan kita sama sekali. Toh demi kebaikan kita juga. Lagipula, sementara adik2, anak2 kita disekolah diajarkan utk buang sampah pada tempatnya plus ditakut-takuti apa akibatnya klo buang sampah sembarangan, kita dirumah malah mencontohkan kebalikannya. Wlo itu dilakukan tanpa sadar karena uda jadi kebiasaan.

Selain sampah yang itu, sampah yang ini juga wajib jadi perhatian karna menjijikkan: ngeludah dan buang ingus sembarangan. Yakh,,,, pas jalan kaki atau naik motor ada aja org yg nglakuin itu, hhiiiiiih. Mana g liat2 belakang dulu. Ntar klo kena org lain gimana??? Padahal dari TK juga diajarin bahwa ngludah dan buang ingus sembarang berpotensi sangat besar untuk menyebarkan kuman penyakit.

Sadarkah bahwa semua itu bukan lagi masalah memalukan atau tidak memalukan, tapi uda jadi kebiasaan mendarah daging yg klo g dirubah dari sekarang akan diwarisi ke anak cucu kita. Coba bayangkan akibatnya, g usa jauh2, 5 tahun ke depan aja. Apa kita mw hidup di kota yang penuh sampah?

Satu lagi yg jadi perhatianq. Eh gaya ne rek ,”…yg jadi perhatianq”. Ehm itu, tentang ‘nylonong boy’. Manusia berkendara yg seenaknya jalan ketika lampu masi merah, berhenti tepat di zebra cross padahal itu jatahnya pejalan kaki dan seenaknya memutar jalan atau lewat jalan pintas padahal itu di larang dan membahayakan pengguna jalan yg lain. Dapat kecelakaan baru nyaho’ deh.

Disini bukankah sebenarnya ‘nylonong boy’ uda mengambil hak2 orang lain? Tepatnya para pengguna jalan. Jika kita masih termasuk ‘nylonong boy’, berhentilah mencela koruptor2 karna apa bedanya kita dengan mereka. Lah wong sama2 mengambil hak orang lain.

Dan lagi orang di sekitar kita melihat, lalu yg pendek akal berfikir ,” lah org itu fine2 aja buang sampah/ ngludah sembarangan, berkendara sembarangan. Brarti kita juga boleh dong,,,”. Nah, lo….. betapa kacaunya. Betapa kacaunya.

Jadi, marilah kita ikuti saran Aa Gym utk merubah kebiasaan buruk.
Mulai dari yang kecil
Mulai dari diri sendiri
Dan Mulailah dari sekarang!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar